Selasa, 23 Juli 2013


Hiya...ketemu lagi di blog Tutorial Linux Ubuntu Berbahasa Indonesia. Sekarang kita akan berbincang-bincang mengenai Proxmox Virtual Environment. Artikel ini sementara hanya untuk tutorial clustering proxmox saja dulu. Untuk yang lainnya akan saya jelaskan di artikel lain Insya Allah.
High Avalability saat ini sudah menjadi sebuah keharusan untuk sebuah IT Service, karena ini akan menentukan kelancaran proses transaksi. Sekali saja ada downtime meskipun hanya sekian detik, maka bersiap-siaplah orang IT untuk di bully :D

Linux sebenarnya mempunyai umur yang lebih panjang daripada Windows, selain itu juga dari tingkat kestabilan Windows juga kalah. Pada umumnya Linux memang memegang posisinya sebagai OS Server terbaik dimata para IT Engineer dan IT Administrator. Namun OS yang se-stabil apapun dan sepanjang apapun umurnya jika sang admin kurang terampil mengendalikan-nya tetap saja percuma.

Ditengah berbagai polemik mengenai High Availability, Proxmox hadir dengan menawarkan banyak solusi. Saat Proxmox hadir, seolah-olah menghentikan permasalahan downtime yang terjadi. Selain menawarkan solusi High Avaialibility, Proxmox juga mempunyai berbagai keunggulan. Diantaranya :
  • Manajemennya sangat user friendly, bisa diakses dari web.
  • Menyediakan dua mode virtualisasi: OpenVZ dan KVM. OpenVZ adalah kernel level virtualization khusus Linux, yang dijamin cepat serta hemat sumber daya. Sementara itu KVM menyediakan hardware level virtualization yang lebih lambat dan rakus sumber daya, namun lebih aman dan fleksibel untuk berbagai platform.
  • Proxmox bisa jadi Clustering dengan manajemen terpusat
  • Pada versi 3.0 ada fitur tambahan seperti Cloning VM, Convert to Template, serta menghilangkan beberapa bug seperti ketika kita membuka konsol VM tombol TAB tidak berfungsi seperti harapan kita. Pada versi 3.0 Bug itu telah hilang.
  • Pada versi 3.0 juga web console nya sudah tidak menggunakan apache lagi, jadi ketika kita mengetikan IP Address Server proxmox kita, tidak akan terbuka. kecuali anda mengetikkan alamat lengkap-nya, tentunya ini membuat Proxmox kita lebih aman.
Baik, langsung saja kita akan praktekan cara mengkonfigurasi cluster di proxmox dengan skenario sebagai berikut :

IP Address Server Proxmox 1 = 10.1.1.10 (NODE1)
IP Address Server Proxmox 2 = 10.1.1.20 (NODE2)

Langkah berikutnya kita akan masuk ke Server Proxmox 1 dan mengetikkan perintah ini :
pvecm create clusternodes
Jika sudah lihat dengan perintah pvecm status untuk melihat apakah service pve-cluster nya sudah aktif atau belum. Jika sudah outputnya akan seperti ini :
Version: 6.2.0
Config Version: 3
Cluster Name: clusternodes
Cluster Id: 44340
Cluster Member: Yes
Cluster Generation: 8
Membership state: Cluster-Member
Nodes: 1
Expected votes: 1
Total votes: 1
Node votes: 1
Quorum: 1
Active subsystems: 5
Flags:
Ports Bound: 0
Node name: imtvm1
Node ID: 1
Multicast addresses: 239.192.173.225
Node addresses: 10.1.1.10

Sekarang keluar dari Server Proxmox 1 dan masuk ke Server Proxmox 2, lalu ketikkan perintah ini :
pvecm add 10.1.1.10
Untuk menampilkan nodes yang terintegrasi bisa memasukkan perintah ini :
pvecm nodes

Node  Sts    Inc               Joined               Name
   1        M    156   2011-09-05 10:39:09   node1
   2        M    156   2011-09-05 10:39:09   node2
Sampai disini konfigurasi clustering di Proxmox sudah selesai. Di postingan berikutnya, akan saya tuliskan mengenai Live Migration di Proxmox.

Semoga bermanfaat,
Salam penguin! :)