Minggu, 11 Agustus 2013

Haik! Saya tidak absen lagi sekarang untuk memposting artikel di blog Tutorial Linux Ubuntu Berbahasa Indonesia ini. Bicara mengenai hal-hal yang berat, saya jadi lupa kalau mungkin diluar sana banyak para newbie yang masih belajar linux seperti saya yang masih sangat asing dengan perintah-perintah dasar di linux. Untuk itulah saya menulis artikel ini, karena perintah-perintah di linux ini akan sangat diperlukan untuk pengoperasian kedepannya. Oke, langsung saja kita absen mereka satu per satu! :)

[ sudo ]
Makhluk pertama ini bernama SUDO. Mungkin jika anda browsing tutorial-tutorial linux di website lain dan menemukan makhluk ini diawalan sebuah perintah anda akan bertanya-tanya.."mahluk apakah ini?" :D
Saya perkenalkan ya...sudo adalah singkatan dari Super User DO. Artinya, mendeklarasikan bahwa yang akan memberi perintah adalah Super User atau lebih familiarnya Administrator. Contoh :
sudo apt-get installa apache

[ apt-get ]
Yang kedua adalah makhluk bernama apt-get. Ini singkatan dari Aptitude-get. Digunakan ketika kita mau menginstall sebuah paket di linux. Jika mau menginstall contohnya sama dengan contoh pertama. Tapi jika anda mau me-uninstall paket. maka perintahnya jadi seperti ini :
sudo apt-get remove apache
Atau bisa juga dengan ini, cara uninstall paket dengan lengkap
sudo apt-get remove --purge apache


[ ls ]
Teman kita yang selanjutnya bernama ls. Digunakan untuk menampilkan list file atau direktori di linux. Untuk atributnya, silahkan lihat dengan mengetikkan perintah ls -h (help page). Tapi output dari ls tanpa atribut lainnya kadang tidak membantu. Biasanya saya menambahkan atribut -lah untuk melihat siapa ownernya, dan berapa ukurannya (readable format).


[ Grep ]
Selanjutnya, ada GREP. Makhluk ini berguna untuk memfilter list file atau direktori yang ditampilkan ls sesuai dengan pola yang kita tentukan. Misalnya, dalam sebuah folder ada banyak file dengan berbagai macam ekstensi, dan kita hanya akan menampilkan ekstensi *.txt saja. Perintahnya adalah :
ls -lah | grep *.txt
Output dari perintah diatas adalah menampilkan list file yang berekstensi *.txt saja. Tidak lebih. Grep juga bisa digunakan dengan pola lain, misalnya berdasarkan nama file yang mengandung "xxx". Contoh :
ls -lah | grep UPDATE
Outputnya adalah semua file atau direktori yang mengandung kata "UPDATE" akan dimunculkan.


[ awk ]
Berikutnya adalah AWK. Saya pernah memposting mengenai AWK ini lebih spesifik, Tutorial awk di linux. Saya menganggap awk sebagai adik sepupu-nya grep. kenapa? karena secara fungsional keduanya bisa dikatakan mirip. Jika grep memfilter list file atau direktori berdasarkan pola, maka awk dapat memfilter content didalam sebuah file berdasarkan pola yang kita buat, dan membaca content file tersebut sebagai variable. Keren bukan? Untuk penjelasan dan praktek-nya silahkan mampir ke link yang saya cantumkan diatas.


[ rm ]
Selanjutnya ada rm. Dari inisialnya, mungkin sudah tau lah ya apa singkatannya? :D Jika tidak bisa menebak baiklah, singkatannya adalah remove. Fungsinya? Tidak perlu saya jelaskan kan? haha. Tapi ada bedanya antara menghapus file, atau menghapus direktori. Sedikit kok! Tapi baiklah, jika anda tidak mau susah, saya berikan contoh :D
Untuk menghapus file cukup dengan :
rm namafile 
Untuk menghapus direktori :
rm -rf namafolder

[ iptables ]
Selanjutnya ada teman kita yang bernama IPTABLES. Jangan mau memakai linux jika anda tidak mau berteman dengan iptables, karena resikonya cukup krusial menurut saya. Kenapa? Server anda perlu diberikan firewall untuk pengamanan, dan iptables bisa sangat membantu anda  secara cuma-cuma untuk melindungi data-data berharga anda dari para hacker cecunguk! hahaha. Penggunaannya sudah saya jelaskan disini konfigurasi iptables di linux


[ nano ]
Saya punya teman bernama Ano. Tapi bukan teman saya yang saya maksud disini.hahaha ini mau ngasih tutorial atau promosi teman! Tapi kata ibunya dia ganteng loh! hahaha bukan menurut saya loh! :P Oke kembali ke topik, nano digunakan untuk editor file. Jika anda mau membuat file maka nano inilah yang kita gunakan sebagai editor. Bukan ano ya :p
nano biodata_ano
Begitulah kurang lebih contohnya :D


[ rsync ]
Tidak tau ya,  tapi sepertinya rsync teman kita yang satu ini cukup dekat dengan mirroring. Tapi sebenarnya dia sangat efektif untuk transfer / copy file berukuran besar yang tujuannya bukan untuk mirroring. Sebelumnya juga saya sudah menuliskan kisah mengenai rsync ini. Saya compare kisahnya dengan kisah scp. :D rsync membuat transfer / copy file berukuran besar jadi lebih cepat dan mudah, untuk mengetahui kisahnya, silahkan klik bukan disini, tapi di cara cepat mencopy dan mentransfer file di linux.

@#$!@#)#($&(*@#$&(*&(@*#)@#*#*)(@&%(*#&$*(*$&(*#)@*#)!*#&(*&%)@*$)@*$_(_)!(#_&)#%*)@#*$

Saya mulai banyak melantur di artikel ini, disebabkan karena tidak bisa tidur sejak semalam dan memutuskan untuk blogging semalam suntuk. Dan sekarang saya ngantuk bukan main @___@
Saya rasa cukup untuk pagi ini, semoga perintah-perintah dasar di linux ini bisa menjadi akrab dengan keseharian anda. Percaya saya, mereka semua menyenangkan meskipun pada awalnya sangat menjengkelkan! #makin parah ngelanturnya -__-
Artikel ini akan saya sambung, karena cukup banyak yang akan saya sampaikan mengenai perintah-perintah dasar di linux yang harus anda ketahui.

Oke, saya cukupkan sekian.

Selamat pagi,
Salam Penguin! X_x