Minggu, 22 September 2013

Baiklah teman-teman, kita berada diakhir penjelasan mengenai DNS. Postingan ini akan mengakhiri mengenai elemen-elemen yang ada pada DNS. Namun jika anda belum membaca penjelasan sebelumnya bisa klik "Tutorial DNS Di Linux - Part 1" dan "Tutorial DNS Di Linux - Part 2". Saya ingatkan kembali ada baiknya anda mengerti terlebih dahulu mengenai penjelasan-penjelasan sebelumnya sebelum anda memasuki konfigurasi DNS di Linux. Setelah postingan ini saya akan lanjutkan dengan tutorial konfigurasi DNS di Linux.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, DNS merupakan sistem yang terdistribusi dengan setiap server DNS hanya bertanggung jawab terhadap domain yang diwakilinya. Lalu pertanyaan berikutnya muncul, siapa yang bertanggung jawab untuk menyatukan semua server DNS sehingga server DNS tersebut mengetahui keberadaan server lainnya? Bagaimana server DNS tersebut dapat menghubungi server yang tepat untuk meminta jawaban atas host tertentu? Jawabannya terletak di sistem pendelegasian yang dipakai oleh DNS.

Semua server DNS mengetahui server root. Server root bertanggung jawab terhadap domain level puncak (top level domain/TLD) atau zona . (titik) dan menyimpan catatan alamat server yang bertanggung jawab terhadap domain com, edu, org, de, jp, id dan semua server TLD. Server TLD ini kemudian bertanggung jawab terhadap domain TLD-nya masing-masing, dan menyimpan catatan untuk semua server yang bertanggung jawab terhadap TLD level kedua dan begitu seterusnya sampai domain level terbawah.

Sebagai contoh, server DNS TLD id akan menyimpan semua catatan server yang bertanggung jawab terhadap domain level kedua, yaitu go.id, co.id, or.id atau web.id dan semua host yang ada di domain id. Server DNS go.id kemudian menyimpan semua catatan server yang bertanggung jawab terhadap domain level ketiga seperti bppt.go.id.

Server DNS bppt.go.id kemudian menyimpan semua catatan host yang berada dibawah domain bppt.go.id ataupun semua server DNS yang merupakan subdomain dari bppt.go.id. Pada prinsipnya setiap domain dapat mendelegasikan subdomainnya kepada server lain dan server tersebutpun dapat mendelegasikan sub-domainnya kepada server lain. Sistem pendelegasian inilah yang menyatukan semua server DNS ke dalam sistem yang saling terkait.

Sebagai contoh misalkan host ns1.bppt.go.id ingin mengetahui alamat IP dari host mail.admin.web.id. Host ns1.bppt.go.id tidak mengetahui apapun tentang admin.web.id, maka ns1 akan mengirimkan permintaan ke server root. Server root kemudian akan memberikan alamat dari server DNS com dan mempersilahkan ns2.bppt.go.id untuk bertanya langsung kepada server com.

Host ns1.bppt.go.id kemudian menanyakan alamat mail.admin.web.id kepada server DNS .com. Jika server DNS com ini tidak bersifat otoritatif terhadap domain admin.web.id, maka server DNS com akan memberikan alamat dan server DNS yang bertanggung jawab terhadap admin.web.id

Host ns1.bppt.go.id kemudian kembali bertanya alamat host mail.admin.web.id kepada server DNS admin.web.id. Namun kali ini pertanyaan tersebut akan memberikan jawaban alamat dari host mail.admin.web.id karena server DNS admin.web.id merupakan server yang bertanggung jawab terhadap domain admin.web.id dan memiliki catatan dari host mail.admin.web.id. Server ns.admin.web.id kemudian memberikan alamat dari mail.admin.web.id kepada host ns1.bppt.go.id.

Tentu saja selama melakukan pertanyaan berjenjang tersebut kepada server DNS lainnya. host ns1.bppt.go.id yang juga merupakan server DNS yang bertanggung jawab terhadap domain bppt.go.id menyimpan jawaban dari semua jenjang alamat server tersebut dan tentu saja alamat dari host yang pernah ditanyakan kedalam cachenya. Hal ini untuk mempersingkat proses permintaan selanjutnya. Sehingga tidak perlu melakukan permintaan dari server root berjenjang ke server DNS dibawahnya.

Semoga Bermanfaat,
Salam penguin! :)